jump to navigation

here i am !!! July 20, 2010

Posted by lunaphilosophie in Uncategorized.
trackback

Kembali tulisan itu tidak bisa aku selesaikan. Tulisan yang akhirnya harus bernasib sama dengan beberapa tulisanku sebelumnya. Menyelesaikan kalimat terakhir pun aku tidak bisa. Padahal bulan-bulan ku telah berjalan kering tanpa tulisan selama beberapa lama. Aku lupa kapan terakhir menulis sesuatu di blog.

Aku memang bukan penulis handal. Itupun bukan kegiatan rutinku, apalagi jadi cita-cita. Aku pun berusaha keras untuk membuat tulisan sebagus yang ku mampu ketika magang pada majalah internal di salah satu korporasi. Teman-teman magangku justru bisa lebih cepat menyelesaikan tulisan mereka dengan hasil yang mengagumkan. Sedangkan aku, hanya bisa memandang tidak puas setiap kali selesai membaca tulisan yang sudah berulang kali aku perbaiki.

Tanggung jawab menulis berita utama pun sepertinya tidak lebih baik bagiku. Waktu tidak berpihak padaku. Kesempatanku itu jadi yang terakhir kalinya sebelum aku menyerahkan sisa hidupku bekerja pada instansi pemerintah. Aku diterima melalui satu macam tes tertulis yang berdurasi hanya lebih dari dua jam. Cara yang aneh menurutku untuk mengukur kemampuan seseorang. Apalagi untuk merekrut orang yang akan mengabdikan diri sepenuhnya pada masyarakat dan negeri (tapi bukan pada pemerintah).

Dan inilah aku sekarang. Seorang perempuan yang hari-harinya diwarnai baju seragam, emblem, laporan,  perjalanan antar kabupaten, teh kental, roti coklat, box makan siang, tanda tangan absen, apel pagi dan siang, online lewat hp, gossip kantor, pejabat baik dan tidak terlalu baik, tunggu angkot langsung atau mesti nyambung, janjian di kantor pariwisata, masjid raya, kaos kaki hitam, telepon dan sms rutin, rindu orang lain, music player, kehabisan pulsa, Wimbledon shop, duduk-duduk saja, bengong, ke kantin, nebeng boncengan, dan semua detail-detail lainnya dalam hidupku.

Semua berputar dalam dimensi waktu yang kadang-kadang cepat, namun sering pula terasa lambat. Kerja adalah hal baru bagiku. Magang tidak terhitung karena pertama, kami tidak datang ke kantor setiap hari, atau setiap beberapa waktu yang rutin. Kami datang ketika ada yang penting, seperti pembagian tugas dan pra liputan. Atau ketika ingin mengumpulkan bahan dan melakukan wawancara. Karena dalam kedua hal itu, kami kadang sangat butuh koordinasi dari kak Ome yang memanggil kami untuk magang di tempat itu.

Kedua, kak ome orangnya asik. Sangat professional, tapi dalam cara yang santai. Bagi pekerja muda sepertinya, itu kombinasi yang sangat pas. Jarang ada yang memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, ketepatan timing, dan cara tepat nge-mix kesemuanya , dalam satu paket. Dan itu membuat kami anak magang, lebih merasa ringan untuk melakukan liputan dan menulis berita. Kami kagum padanya, dan tidak ingin mengecewakannya. Ia menetapkan standar yang tinggi untuk menyediakan ruang fleksibel setelahnya. Baik dari segi waktu maupun isi tulisan.

Jadi kami bisa sedikit lega ketika mengumpulkan tulisan. Kak ome selalu memberikan saran  dan perbaikan yang ternyata penting namun terlewatkan. Dan itu sering terjadi padaku. Untunglah bukan orang lain yang jadi redpel. Kak ome adalah otak dalam keberhasilan berjalannya majalah itu hingga kini. Meskipun saat ini, tinggal dua personil yang mengerjakannya (emma dan darma), namun aku tidak khawatir akan nasib majalah. Karena merekalah yang tepat untuk kalimat ini : “save the best for the last”.

Dan ketiga, kedua alasan itu membuat magang yang sebenarnya adalah bekerja, jadi jauh lebih fun dan penuh semangat. Walaupun aku baru bergabung dua tahun yang lalu, jauh setelah pendahulu-pendahuluku memulai tonggak awal perjalanan majalah, namun aku sangat menikmati masa beberapa tahun itu. Tidak ada beban moril dan kekhawatiran seperti ketika orang menyebut diri mereka bekerja. itu hanya bisa aku dapatkan karena sosok kak Ome yang menjadi inti perjalanan itu.

Malam sedang hujan dan makin larut ketika aku menulis ini. Sebelumnya, aku sempat menonton beberapa klip video konser band kesukaanku, Coldplay. Mama sudah nongol sekali dipintu kamar dan bertanya, “kenapa belum tidur?”. Besok hari senin, dan kemungkinan besar ada upacara. Huft, padahal bulan-bulan sebelumnya kantor masih santai. Beberapa minggu ini, lebih ketat disiplinnya. Gara-gara ada surat edaran bupati untuk mengadakan apel tiap pagi dan upacara pada hari senin.

Tapi, sekarang aku bukan mahasiswa lagi. Yang bisa bebas bangun siang dan bolos di kuliah-kuliah pagi, tidak mengumpulkan tugas,atau melewatkan ujian final  karena ada dosen yang berbaik hati memberi susulan. Meskipun setiap pengalaman baru ada sisi yang memberatkan untuk meninggalkan hal-hal lama dan kenangannya, namun ada pula sisi yang memberikan semangat dan keseruan untuk bertemu orang-orang baru dan melakukan hal-hal baru, serta menciptakan kenangannya sendiri.

Selamat datang esok hari.. selamat tidur…

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.